Beranda > psikologi > Teori McClelland

Teori McClelland

Salah satu teori untuk memotivasi karyawan adalah dengan menggunakan teori McClelland.Teori motivasi yang diajukan oleh McClelland membahas tentang sebagian besar kebutuhan berasal dari budaya.Tiga kebutuhannya yaitu: kebutuhan akan kekuasan,kebutuhan akan prestasi,dan kebutuhan akan afiliasi.Didalam teori ini dijelaskan ketika muncul sesuatu kebutuhan yang kuat didalam seseorang,kebutuhan tersebut memotivasi dirinya untuk menggunakn perilaku yang dapat mendatangkan kepuasan.
Sebagai seorang supervisor kita harus dapat memotivasi karyawan kita,agar mereka tidak jenuh dan dapat bekerja secara maksimal.Karena prioritas kebutuhan individu berbeda-beda maka kita mengelompokan para karyawan kita berdasar kebutuhan mereka,yaitu:
. Kebutuhan terhadap kuasa
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berprilaku dalam suatu cara yang orang orang itu [tanpa dipaksa] tidak akan berprilaku demikian
Sifat / Tingkah laku
1. Mereka pintar berbicara.
2. Lantang bersuara.
3. Keras Kepala.
4. Banyak tuntutan.
5. Mereka gemar mengajar orang.
6. Berbicara di depan umum.
Seseorang dengan kekuasaan yang tinggi,mengkonsentrasikan diri dengan mempengaruhi orang lain dan memenangkan argumentasi.kekuasan bisa menjadi negatif kepada orang yang berfokus pada dominasi dan kepatuhan.kekuasaan bisa menjadi positif karena merefleksikan perilaku inspirasional dan persuasif.

2. Kebutuhan terhadap Afiliasi
kebutuhan akan afiliasi adalah Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
Sifat / Tingkah laku
1. Berusaha memelihara hubungan sosial yang baik
2. Saling memahami.
3. Peduli tehadap orang lain.
4. Membantu orang dalam kesusahan.
5. Menyenangi hubungan akrab dengan orang lain.
Kebutuhan akan afiliasi merefleksikan keinginan untuk berinteraksi secara sosial dengan orang lain. Seseorang dengan kebutuhan afiliasi yang tinggi menempatkan kualitas dari hubungan pribadi sebagai hal yang paling penting ,oleh karena itu hubungan sosial lebih didahulakan daripada penyelesaian tugas.
3. Kebutuhan terhadap Prestasi
kebutuhan akan prestasi; adalah dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, Berusaha keras untuk sukses
Sifat / Tingkah laku
1. Menetapkan target yang agak sukar (tetapi bukan mustahil) untuk diri mereka sendiri.
2. Mengambil pendekatan yang realistik terhadap risiko.
3. Lebih kepada penganalisis dan menilai masalah.
4. Lebih gemar memikul tanggungjawab peribadi untuk melaksanakan sesuatu tugas.
5. Menyukai imbalan yang tepat dan cepat terhadap prestasi mereka.
6. Pekerja keras
7. Cenderung untuk melakukan sesuatu seorang diri.
Teori ini mendefinisikan kebutuhan berprestasi sehingga keinginan untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik di bandingkan yang di kerjakan sebelumnya.untuk memaksimalkan kepuasan untuk memenuhi kebutuhan berprestasi,individu dengan kebutuhan berprestasi yang tinggi cenderung menetapkan tujuan untuk diri mereka sendiri yang adalah merupakan tantangan tetapi bisa dicapai(tidak mustahil).

Strategi memotivasi Karyawan
Supervisor memiliki berbagai strategi memotivasi karyawan. Tiap strategi tersebut ditujukan pada pemenuhan kebutuhan karyawan konsisten dengan 3 motif Sosial McClelland. Pada hakikatnya, strategi tersebut berisi garis pedoman umum apa yang bisa dilakukan oleh supervisor untuk menjamin bahwa karyawan memenuhi kebutuhan tersebut melalui pelaksanaan perilaku karyawan yang sesuai.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: